Slide Title 1

Aenean quis facilisis massa. Cras justo odio, scelerisque nec dignissim quis, cursus a odio. Duis ut dui vel purus aliquet tristique.

Slide Title 2

Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.

Slide Title 3

In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Wednesday, September 12, 2018

Kehamilan Kedua

Di masa awal kehamilan kedua (Mei 2017) suka nangis-nangis Karena inget trauma post partum syndrome di kehamilan pertama. Bayangan operasi SC terbayang jelas di depan mata. Alhamdulillah hal itu tak berlangsung lama, aku segera bangkit dari pikiran buruk itu.


Diawali dengan safari dokter SpOG di Klaten yang mau memfasilitasi persalinan VBAC yang hasilnya nihil dan malah ketambahan sakit hati karena omongan dokter yang nylekit


“Kenapa hamil lagi?!”
“Ya sudah nggak papa hamil lagi, tapi nanti SC ya!”
“Takut SC kok malah hamil lagi?!”
“Silakan cari rumah sakit yang ruang bersalinnya bersebelahan dengan ruang operasi, sehingga kalo terjadi kegawatdaruratan anda bisa langsung diderek, kalo saya tidak sanggup”


Kemudian inget lagi sama bidan kita, berkunjunglah kesana, diawali dengan konsultasi dengan Bidan Yesie, dilanjut dengan ikut kelas hypnobirthing di bulan berikutnya dengan bidan yesie juga, lanjut lagi dengan beberapa kali prenatal yoga di klinik Bidan Kita, Alhamdulillah mulai optimis dan tercerahkan tentang VBAC.


Atas saran Bidan Yesie, kami (aku dan suami) berikhtiar VBAC dengan memeriksakan kehamilan ini ke dokter SpOG yang pro gentle birth di RS JIH jogja, namanya Dr. Muhammad Nurhadi Rahman (Dr. Adi).Pertama kali periksa kesana pas beliaunya mau melakukan SC ke pasiennya, sehingga terkesan terburu-buru. Saat mengutarakan keinginan untuk VBAC beliau juga masih bilang “ya, nanti dilihat kriteria-kriterianya terpenuhi atau tidak”. Yaa sudahlah.. mudah-mudahan terpenuhi.. Dan beliau bilang selama ngga ada masalah, periksanya di Klaten dulu gpp, nanti rutin kesini kalau umur kehamilan sudah 36 minggu.


Pertengahan trimester kedua (November 2017) pindah ke Depok, Jawa Barat karena alasan pekerjaan, disana mulai safari dokter lagi,



dokter pertama “kalo jarak kehamilan belum ada 2 tahun nggak bisa VBAC bu” *tersenyum kecut, lalu meninggalkannya*
dokter kedua saat periksa pertama kali “ya coba dilihat dulu gimana posisinya nanti ya” *mudah-mudahan posisi normal ya dek, batinku*
dokter kedua saat periksa kedua “wah, bayinya sungsang ini bu, gimana mau vbac” *duuhh*


Lalu searching bidan di sekitaran depok – bojonggede, ketemulah dengan Bidan Erie Mardjoko, periksa pertama dengan beliau ya masih sungsang bayinya, lalu dilanjut dengan prenatal yoga.


Setelah 2 bulanan dengan 3 x prenatal yoga dengan Bidan Erie disertai sering melakukan knee chest dan sujud di rumah, Alhamdulillah posisi kepala bayi udah dibawah.


Awal tahun 2018 Ibu yang saya ajak pindah ke depok untuk jagain anak pertama saya ternyata tidak kerasan tinggal di depok, sehingga saya mengajukan cuti bersalin sebulan sebelum lahiran agar bisa segera pulang ke Klaten lagi. Sepulang dari Depok (36 minggu), saya memeriksakan kehamilan ke Dr. Adi di RS JIH, beliau bilang kondisi kehamilanku normal, segmen bawah rahim 3mm, dan kepala bayi sudah di panggul, jadi kemungkinan VBAC besar. Alhamdulillah.


Saya juga mulai rutin periksa kehamilan dengan Bidan Yesie, enjot2an di birthing ball dan ikut Prenatal Yoga. 2 minggu menjelang HPL belum ada pelunakan serviks, kalo kata Bidan Yesie “serviksnya masih mecucu”, kemudian Bu Bidan memberikan resep alinamin F untuk melunakan serviks. Minggu depannya 1 minggu sebelum HPL cek lagi ke Bu Bidan, serviksnya masih mecucu, lalu ditambahlah dosis alinamin Fnya.


Pas HPL periksa ke Dr. Adi, beliau bilang kondisi plasenta dan air ketuban masih bagus,kepala bayi juga sudah masuk ke panggul, jadi kalo mau VBAC ya ditunggu aja sampai terasa kontraksi, karena kalo mau VBAC semua harus alami. Lalu disuruh periksa lagi 3 hari lagi.


Selama 3 hari itu perut sudah sering berasa kenceng-kenceng, dan keluar flek sedikit-sedikit, tapi aku tetep woles sambil enjot2an di birthing ball kalo perut lagi kenceng-kenceng dan pinggul sampai di bawah terasa sakit.


Berlanjut ke cerita kelahiran.

Wednesday, July 11, 2018

Perpindahan Wilayah Kerja/Mutasi PNS dari Pemkot Depok ke Pemkab Klaten 1

Alhamdulillah saat ini saya sudah berhasil melalui semua proses mutasinya :) Sekarang saya sudah mendapatkan SK penempatan di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten.


Awal prosesnya dimulai dari pengajuan mutasi melalui surat pribadi ke kepala OPD, Alhamdulillah di-acc. Proses berlanjut dengan dibuatkan surat pengantar dari kepala OPD ke Kepala Badan Kepegawaian Daerah. Drama berawal saat pengajuan ke BKD ini, dulu melaluinya dengan tangisan air mata, sekarang kalau inget jadi senyam-senyum sendiri :D


September 2015 saya mengajukan mutasi ke Padang melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Selang semingguan saya menanyakan follow up surat tersebut di BKD. Jawaban dari BKD seperti dugaan saya, apapun alasannya, peraturan diperbolehkan mutasi harus mempunyai masa kerja 5 tahun dulu di pemkot depok. Saya berinisiatif untuk mengajukan sebagai pegawai titipan dulu saja agar tidak harus nunggu sampai masa kerja 5 tahun.


Pertengahan September 2015 saya mengajukan sebagai pegawai yang dipekerjakan di Padang dengan alasan mengikuti suami, tapi nggak langsung di-acc juga, karena alasan nunggu diangkat dalam jabatan fungsional pranata komputer. Sekian bulan menunggu belum ada kabar kapan jafung prakom akan diangkat sampai akhirnya saya hamil. Saat mengetahui saya hamil, saya mengajukan sebagai Pegawai Yang Dipekerjakan kembali tapi di pemkab klaten, dengan alasan mendekati keluarga, karena sedang dalam kondisi hamil dan suami sering dinas ke luar kota.


3 bulan menunggu tetapi belum ada kabar balasan juga dari BKD. Padahal di 3 bulan awal masa kehamilan itu sungguh berat sekali. Rasa mual di pagi hari, tulang punggung sakit sepanjang malam, semua itu saya lalui sendiri di kamar kos, hiks. Terasa berat sekali melalui hari-hari itu, sampai akhirnya saya merasa sudah tidak kuat lagi. Pada hari itu Saya bertekad akan menanyakan follow up dari surat pengajuan pegawai yang dipekerjakan saya ke BKD, dimulai ke bidang mutasinya, kalo belum jelas dan kalau perlu saya akan menghadap ke bapak walikota. Saya pun menghadap ke bidang mutasi BKD, menanyakan follow up dari surat pengajuan saya dan menceritakan keadaan saya, tetapi bukan jawaban menenangkan yang saya dapatkan. Justru saya mendapat jawaban "mutasi itu kebijakan pimpinan, kalau pimpinan bilang nggak bisa ya nggak bisa".


Yaa Allah.. air mata saya pun sudah tak terbendung lagi di ruangan itu. saya langsung keluar ruang dan turun menuju masjid dan bumil kecewa dan bumil belum setegar karang.


bersambung ke Perpindahan Wilayah Kerja/Mutasi PNS dari Pemkot Depok ke Pemkab Klaten 2 nanti yaa :)